Duterte mengatakan, pidato itu tidak dimaksudkan untuk menyerang masyarakat Yahudi, melainkan untuk menanggapi mereka yang mengkritisi langkahnya memerangi narkoba.
“Saya ingin menjelaskan bahwa tak ada niatan saya untuk menghina kenangan terbunuhnya 6 juta orang Yahudi,” katanya dalam sebuah siaran televisi, seperti dikutip Reuters, Minggu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Duterte sendiri sudah diberikan julukan “The Punisher” atas sikap tegasnya terhadap penjahat narkoba. Pada pidatonya yang kontroversial pada Jumat (30/9), Duterte mengatakan dirinya sudah digambarkan orang sebagai sepupunya Hitler.
“Saya akan dengan senang hati menumpas 3 juta pecandu dan pengedar narkoba di Filipina,” katanya.