Rencana itu diungkapkan Pankov pada Senin (10/10), menandai upaya terbaru Moskow memperluas jejak militernya di Suriah. Sejak 2015, Rusia memberikan dukungan militer bagi rezim Presiden Bashar al-Assad untuk melawan kelompok pemberontak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan fasilitas ini, Rusia tidak hanya meningkatkan potensi militernya di Suriah tetapi di seluruh Timur Tengah dan di kawasan Mediterania secara keseluruhan," kata Morozov.
Rusia sudah memiliki pangkalan udara permanen di Hmeymim, provinsi Latakia di Suriah untuk meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak anti-Assad. Pekan lalu, Rusia mengerahkan rudal darat-ke-udara S-300 ke Tartus.
Moskow mewarisi fasilitas angkatan laut era Soviet di Tartus ketika Uni Soviet terpecah pada 1991 lalu. Fasilitas itu menjadi salah satu aset Rusia di kawasan Mediterania.
Meskipun telah mengalami beberapa modernisasi, saat ini pangkalan AL Rusia di Tartus cukup sederhana dan tidak mampu menampung kapal perang yang lebih besar. (ama)