Ungkapan kemarahan ini disampaikan Michelle dalam sebuah kampanye calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton di New Hampshire, Kamis (13/10). Michelle terlihat emosi, matanya berkaca-kaca, saat menanggapi rekaman audio Trump yang berbicara kotor dan melecehkan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bukan candaan di ruang ganti. Dia adalah seorang yang berkuasa, berbicara dengan bebas dan terbuka soal tindakan predator seksual. Dan membual soal mencium serta melecehkan wanita," kata Michelle.
"Tidak peduli partai apa Anda berasal -Demokrat, Republik atau independen- tidak ada wanita yang berhak diperlakukan seperti itu. Tidak ada yang pantas dilecehkan seperti itu," lanjut dia.
Michelle, pengacara lulusan Harvard, dikenal giat mengkampanyekan pendidikan dan kesehatan saat mendampingi suaminya, Barack Obama. Figurnya merupakan salah satu yang paling populer di AS.
Menurut dia, Trump telah menjadi seseorang yang "menakutkan" dan "kejam" karena perkataannya tersebut.
"Lelaki dalam hidup saya tidak berbicara tentang wanita seperti itu. Itu bukan cara berperilaku manusia yang beradab dan jelas bukan cara berperilaku seseorang yang ingin menjadi presiden Amerika Serikat," tegas Michelle lagi.
Michelle mendesak wanita di AS untuk tidak memilih Trump dan mendukung Hillary Clinton.
Jika Trump menjadi Presiden, menurut Michelle sama saja dengan "kita mengatakan kepada putra-putra kita bahwa boleh mempermalukan wanita. Kita katakan kepada putri-putri kita mereka layak diperlakukan seperti itu." (den)