Boko Haram Bebaskan 21 Wanita Setelah Dua Tahun Diculik

Denny Armandhanu/Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 14/10/2016 13:11 WIB
Boko Haram Bebaskan 21 Wanita Setelah Dua Tahun Diculik Kelompok militan Boko Haram membebaskan 21 dari sekitar 200 wanita yang mereka culik di kota Chibok pada April 2014 lalu. (Reuters/Sunday Aghaeze)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan Boko Haram membebaskan 21 dari sekitar 200 wanita yang mereka culik di kota Chibok. Para wanita ini kembali dalam keadaan sehat, seorang menggendong bayi, diduga dinikahkan dengan militan Boko Haram.

Diberitakan Reuters, pembebasan para wanita yang telah disekap sejak April 2014 itu merupakan keberhasilan dari mediasi antara Boko Haram dengan Palang Merah Internasional dan pemerintah Swiss, yang dimintai bantuan oleh pemerintahan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.

"Saya bertemu mereka sejam yang lalu dan saya bisa pastikan mereka dalam keadaan sehat," kata Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo usai bertemu para wanita yang dibebaskan di kota Maiduguri dan dibawa ke Abuja.


Sekitar 270 wanita diculik dari sekolah mereka di Chibok, negara bagian Borno, pada April 2014 lalu oleh Boko Haram. Konflik berdarah antara Boko Haram dan pemerintah Nigeria telah menewaskan ribuan orang dan membuat 2 juta warga tersingkir dari rumah mereka.

Puluhan dari wanita itu berhasil melarikan diri, namun diperkirakan masih ada lebih dari 200 orang yang dalam sekapan. Penculikan ini menuai  protes internasional dengan tanda pagar #bringbackourgirls di Twitter.

"Beberapa hari atau bulan lagi akan ada negosiasi pembebasan lebih banyak korban lainnya," ujar Osinbajo.

Seorang korban penculikan terlihat menggendong seorang bayi. Sebelumnya pemerintah Nigeria telah menduga para wanita itu dinikahkan dengan militan Boko Haram.

Osinbajo mengatakan pembebasan itu tidak melibatkan pembayaran tebusan atau pertukaran tawanan, namun dia tidak menjabarkan lebih lanjut.

Dia juga menegaskan perlawanan terhadap Boko Haram masih akan dilakukan, terutama operasi penyerang besar-besaran di hutan Sambisa, markas Boko Haram yang tahun lalu berbaiat kepada ISIS. (den)