Menurut AFP, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha meminta sektor hiburan di Thailand, terutama Bangkok, yang menjadi tujuan wisatawan untuk menurunkan tensi hingar bingarnya selama sebulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda harus menghormati perasaan dan sensitivitas masyarakat Thailand di waktu seperti ini, akses ke tempat hiburan, termasuk restoran, bar dan pusat perbelanjaan kemungkinan ditutup," ujar pernyataan Kemlu Inggris.
Penjualan minuman beralkohol juga kemungkinan akan dilarang sementara untuk menghormati khidmatnya masa belasungkawa kematian raja. Pesta purnama di Koh Phangan yang akan digelar pada 17 Oktober juga kemungkinan tahun ini ditiadakan.
Namun, mal besar, tempat tujuan wisata dan pantai masih akan tetap dibuka.
Lindsay Deutsch, wisatawan asal Amerika Serikat di Railay mengaku kurang mengerti mengapa masyarakat Thailand sangat sedih, bahkan menangis, saat raja mereka meninggal. Namun Deutsch mengatakan dia akan menghormati masa berkabung tersebut
"Besok saya akan memakai baju hitam. Saya akan antre naik feri dan tidak akan marah jika dibatalkan. Saya akan menunjukkan rasa hormat dan belasungkawa, bahkan jika mereka tidak memintanya," kata Deutsch dalam tulisannya di USA Today.
Pemerintah Thailand mengerahkan pengamanan ekstra ke tempat-tempat wisata di seluruh negeri. Wisatawan asal Inggris Wendy Cramond berharap liburannya di Chiang Mai dengan keluarganya tidak akan terganggu dengan adanya peristiwa ini.
"Kami merasakan kesedihan warga Thailand karena Raja sangat dihormati. Kami hanya bisa berharap bisa menikmati liburan beberapa hari ke depan sembari tetap menaruh hormat kepada masyarakat yang berduka," kara Cramon, dikutip Telegraph. (den)