Diberitakan Strait Times, ini adalah kali pertama polisi menyatakan kematian bocah yang dijuluki "Master H" itu akibat bunuh diri. Dalam penyelidikan diketahui siswa kelas lima SD ini tidak pernah mendapatkan nilai buruk, namun ujian kenaikan kelas yang sulit membuat semuanya berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 16 Mei, bocah itu kembali mendapat nilai buruk untuk pelajaran ilmu pengetahuan alam, yaitu 57,5. Ibunya mengaku selalu memukul anaknya "pelan" dengan cambuk di telapak tangannya setiap mendapat nilai kurang dari 70. Bocah itu menangis, tapi tidak bersedih terlalu lama.
Dua hari kemudian, Master H ditemukan di aspal apartemen dengan luka parah pada kepala, melompat dari jendela kamarnya di lantai 17. Mayatnya ditemukan oleh orang tuanya setelah pintu kamarnya dibuka dengan kunci cadangan.
Menurut gurunya, Master H tidak memiliki masalah kedisiplinan. Namun setelah mendapat nilai buruk, dia terlihat sering marah dan suatu kali melempar botol air minum ke arah kawannya. Bocah itu sempat mencoba membuat nilai palsu agar tidak dimarahi orang tuanya.
Penyidik meminta orang tua lebih lembut kepada anak yang menghadapi kesulitan dalam belajar. "Orang tua dan pendidik harus memastikan ada di samping anak-anak untuk membantu mereka setiap mengalami kesulitan," kata penyidik. (den)