Diberitakan CNN, komentar ini disampaikan Duterte di bandara Manila sesaat sebelum dia berangkat kunjungan kenegaraan ke Jepang, Selasa (25/10). Menurut Duterte, AS yang memulai lebih dulu konflik dengan Filipina melalui kritikan terhadap gaya kepemerintahan dan kebijakannya, khususnya pada caranya mengatasi narkotika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu saya tegaskan kepada mereka, 'dasar anak pelacur, jangan jadikan kami anjing kalian, seolah kami anjing yang diikat, dan kalian melempar roti yang tidak bisa kami raih," lanjut dia.
Duterte sebelumnya juga pernah mengatakan Presiden Barack Obama sebagai "anak pelacur" yang membuat pertemuan bilateral kedua negara batal dilakukan. Dalam langkahnya yang lebih ekstrem, Duterte akan menghapuskan kerja sama militer dengan AS, termasuk latihan gabungan yang rutin digelar setiap tahun.
Duterte juga mengecam kehadiran tentara AS di Filipina dan mengancam akan membatalkan kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara.
Salah satu kesepakatan pertahanan kedua negara adalah Enhanced Defence Cooperation Agreement (EDCA) yang telah disepakati Presiden AS Barack Obama dan mantan Presiden Filipina benigno Aquino pada April 2014 lalu. Pakta pertahanan ini memungkinkan peningkatan kehadiran tentara AS di Filipina.
"Saya menginginkan tak ada lagi pasukan atau tentara asing di negara saya kecuali tentara Filipina itu sendiri," kata Duterte.
Belum ada komentar dari pemerintah AS terkait pernyataan terbaru Duterte ini. Namun sebelumnya sumber di pemerintahan Amerika mengatakan bahwa mereka sebisa mungkin mengabaikan ocehan Duterte, yang menurut mereka akan semakin menjadi jika ditanggapi. (den)