Setelah aksi bunuh diri tersebut selesai, militan Taliban lainnya melepaskan tembakan secara sporadis yang menghancurkan kaca toko di sekitar lokasi. Warga pun berhamburan melindungi diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Turut berduka bagi warga Afghanistan yang terluka dan keluarga korban tewas," demikian kutipan pernyataan resmi dari kantor konsul jenderal Jerman.
Sementara itu, seorang sumber diplomatik di Berlin mengatakan kepada AFP bahwa Menteri Luar Negeri Jerman, Frakn-Walter Steinmeier, langsung mengadakan rapat mendadak.
"Ada pertempuran di luar konsulat. Sekarang, pasukan keamanan Afghanistan dan pasukan Dukungan Resolusi (NATO) dari Kamp Marmal sudah di lokasi," kata sumber tersebut.
Serangan udara di Kunduz tersebut memang dilakukan oleh pasukan AS. Namun selama ini, operasi militer di Afghanistan tersebut juga dibantu oleh NATO, di mana Jerman merupakan salah satu anggotanya.
Invasi militer di Afghanistan ini sudah lama menjadi perbincangan serius di AS, termasuk saat masa kampanye pemilihan umum presiden.
Dalam beberapa kampanyenya, presiden terpilih, Donald Trump, kerap mengatakan bahwa invasi ini merupakan sebuah kesalahan dan harus segera dihentikan. (has/has)