Trump pada Minggu (13/11) memaparkan rencananya untuk mendeportasi sekitar tiga juta imigran ilegal yang memiliki catatan kriminal atau diduga terlibat perdagangan narkoba. Rencana itu akan menjadi salah satu program prioritas Trump ketika menjabat di Gedung Putih pada Januari 2017 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para imigran kebingungan dan merasa takut terkait apa yang akan terjadi pada mereka. Mereka menanyakan, 'Apa kami akan dideportasi besok?'," tutur Yasso.
Pada Sabtu (12/11), sekitar 8.000 warga juga turun ke jalanan di Los Angeles menggelar aksi protes anti-Trump. Menurut kepolisian setempat, aksi tersebut berjalan damai, tidak ricuh seperti pada unjuk rasa pada Jumat (11/11) malam, yang menyebabkan setidaknya 187 orang dan delapan remaja ditahan.
Namun di beberapa kota lain, aksi protes diwarnai dengan kericuhan. Unjuk rasa Di Portland, Oregon pada Sabtu diwarnai aksi kekerasan dan penembakan yang menyebabkan setidaknya 71 orang ditahan.
Di hari yang sama, sekitar 2.000 warga New York turun ke jalan dan berunjuk rasa di depan Trump Tower. Para demonstran menggemakan slogan "Trump bukan Presiden kami" ke arah menara mewah itu.
Sebagian besar warga AS mengaku khawatir sentimen diskriminasi dan rasisme berpotensi meningkat menyusul kemenangan Trump dalam pemilu 8 November lalu. Kekhawatiran ini menguat setelah beberapa kasus dengan sentimen Islamofobia dan xenofobia bermunculan di sejumlah kota di AS usai pemilu.
Selama masa kampanyenya, Trump kerap mengeluarkan komentar dan retorika kontroversial terkait kaum minoritas di AS. Taipan real estate itu menyebut para pendatang, khususnya imigran asal Meksiko, sebagai pemerkosa dan gembong narkoba. Trump juga sempat menyerukan pelarangan memasuki AS bagi seluruh umat Muslim dunia, dengan dalih menjaga AS dari penyusupan teroris.
Selain soal imigrasi, sebagian besar massa unjuk rasa anti-Trump mengaku tidak setuju dengan sejumlah kebijakan yang diusung tokoh dari Partai Republik itu, seperti kebijakan kesehatan, lingkungan, hak-hak LGBT dan berbagai isu lainnya. (ama)