Setelah Belanda, Inggris Juga Kehilangan Bangkai Kapal

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 04:54 WIB
Setelah Belanda, Inggris Juga Kehilangan Bangkai Kapal Pemerintah Inggris juga mendorong Indonesia untuk menyelidiki misteri hilangnya tiga bangkai kapal Inggris yang ada di Laut Jawa. (Ilustrasi/Foto: AFP PHOTO / OZAN KOSE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah Belanda mengumumkan akan melakukan penyelidikan akan misteri hilangnya bangkai kapal perang mereka di Laut Jawa, pemerintah Inggris lewat Menteri Pertahanan-nya melakukan hal serupa.

Tiga bangkai kapal Inggris dan satu milik AS di Laut Jawa ditengarai juga turut hilang karena diambil secara ilegal oleh pihak tertentu.

Menteri Pertahanan Inggris, seperti dikutip dari Guardian, pada Rabu (16/11), juga menyesalkan dan mengutuk "akan tindakan tak bertanggungjawab terhadap bangkai kapal", dan meminta pemerintah Indonesia melakukan investigasi serta mengambil "tindakan yang tepat".


Hilangnya bangkai kapal perang ini mengecewakan sejumlah veteran, sejarawan dan pemerintah yang ingin menjaga tempat peristirahatan terakhir orang-orang yang tenggelam bersama kapal pada masa itu.

Laporan sementara dari dokumentasi tenggelamnya kapal, menunjukkan bangkai kapal HMS Exeter, dengan panjang 175 meter, dan kapal HMS Encounter telah hampir tak berjejak, dan sepenuhnya hilang.

Kapal Exeter ditengarai berpenumpang 700 orang, yang sebagian besar menjadi tawanan perang Jepang saat itu. Menteri Pertahanan menyampaikan 54 orang meninggal dunia saat kapal tenggelam.

Sementara, di kapal Encounter diduga terdapat 145 orang penumpang, dan delapan di antaranya meninggal saat kapal tenggelam.

Dengan menggunakan teknologi pemetaan tiga dimensi, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa bangkai kapal "yang tadinya ada di sana, kini kosong seperti tak ada sisa."

Sementara itu, kapal HMS Electra, yang juga dipreteli, dilaporkan beberapa bagiannya hilang. Di dalam kapal Electra ditengarai berpenumpang 145 orang dan sebagian besar diyakini telah ditangkap dan dibunuh.


Selain ketiganya, bangkai kapal berukuran 91 meter milik Amerika Serikat Perch juga dikabarkan telah hilang.

Keempat kapal itu dahulu beroperasi di Laut Jawa pada 1942, ketika Jepang mendesak sekutu Belanda, Inggris, Amerika dan Australia. Perang saat itu diketahui menandai awal datangnya Jepang di jajahan Hindia Belanda.

Menteri Pertahanan dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa pemerintah Inggris akan menghubungi pemerintah Indonesia, untuk menunjukkan, 'perhatian serius' dan meminta penyelidikan serta melakukan tindakan tepat untuk melindungi situs peninggalan mereka dari gangguan.

"Banyak nyawa hilang pada saat perang, dan kami beharap ada respek terhadap peninggalan tersebut. Adalah kebijakan pemerintah Inggris bahwa bangkai kapal militer mestinya diberi manajemen dan perlindungan yang tepat."

Tindakan pemerintah Inggris menyusul setelah beberapa waktu sebelumnya pemerintah Belanda mengumumkan akan melakukan penyelidikan akan misteri hilangnya bangkai kapal perang mereka di Laut Jawa.

Bangkai kapal perang Belanda itu yakni, HNLMS De Ruyter, HNLMS Java, dan HNLMS Kortenaer. (rah/rah)