Fakta ini pertama kali terkuak dalam pemberitaan media massa Irak, Alsumaria News, yang melaporkan bahwa kekalahan ISIS dalam mempertahankan beberapa kilang minyak membuat kelompok militan itu kini kekurangan uang dan mulai beralih ke bisnis penjualan organ tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa laporan menyebutkan bahwa ISIS menggunakan perantara untuk mengantar organ tubuh tersebut ke Suriah, di mana kemudian objek perdagangan itu diselundupkan ke pasar gelap.
ISIS selama ini memang kerap dirumorkan melakukan perdagangan organ tubuh korbannya. Dugaan ini diperkuat dengan beredarnya dokumen terkait ISIS yang menyebutkan bahwa kelompok militan itu mengeluarkan fatwa yang mengizinkan pengambilan organ tubuh demi menyelamatkan hidup umat Muslim.
Pada Desember 2015, Duta Besar Irak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mohamed Alhakim, mendesak Dewan Keamanan untuk menyelidiki kematian 12 dokter di Mosul, Irak, berkaitan dengan perdagangan organ tubuh ini.
Menurut Alhakim, ISIS membunuh 12 dokter tersebut karena menolak terlibat dalam praktik perdagangan organ tubuh manusia ini. "Ini benar-benar sesuatu yang lebih besar dari yang kita pikirkan," katanya. (den)