Seperti dilansir dari Reuters, ISIS, kelompok militan ultra garis keras Sunni yang menganggap semua orang Syi'ah adalah murtad, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan online.
Kelompok ini juga menentang serangan AS ke Mosul, di Irak utara, di mana milisi Syiah Iran yang terlatih ikut mengambil bagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS telah mengintensifkan serangan selama bulan lalu di luar daerah kendali dalam upaya melemahkan serangan diluncurkan pada 17 Oktober untuk merebut kembali Mosul, kota besar terakhir di bawah kontrolnya di Irak.
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan itu. Sebagaimana dikutip oleh kantor berita Tasnim, juru bicara kementerian tersebut, Bahram Qasemi menyatakan pemerintah Teheran akan terus mendukung Irak untuk berjuang tanpa henti melawan terorisme. (gir)