"Apakah China bertanya kepada kami apakah baik ketika mereka mendevaluasi mata uang mereka, memasang pajak tinggi untuk produk kami agar bisa masuk negara mereka, atau membangun kompleks militer di Laut China Selatan? Saya rasa tidak!" kata Trump seperti dilansir Reuters, Minggu (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China memang merupakan mitra dagang terbesar AS. Namun, perdagangan AS ke China mengalami defisit hingga US$366 miliar pada 2015, turun 6,6 persen dari tahun sebelumnya.
Wakil Presiden terpilih AS, Mike Pence, sendiri mengatakan bahwa Trump menerima telepon dari Tsai yang sekadar mengucapkan selamat atas kemenangan sang taipan real estate itu dalam pemilihan umum lalu.
Pence menegaskan bahwa kebijakan AS atas China baru akan diputuskan setelah Trump resmi dilantik pada Januari mendatang.
Namun, China tetap menganggap Trump tak berpengalaman karena berhubungan langsung dengan Tsai yang pro-independen. Selama ini, China menganggap Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari negaranya.
"Kami sudah menyampaikan langsung kepada pihak AS terkait. Harus ditegaskan bahwa hanya ada satu China di dunia. Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah China," demikian kutipan pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri China. (has)