Selama kampanye pilpres AS, Trump merupakan tokoh yang vokal menyuarakan penentangan terhadap kesepakatan nuklir Iran selama masa kampanye. Taipan real-estate itu menyebut perjanjian antara Iran dengan lima anggota tetap DK PBB dan Jerman itu bagaikan "bencana" dan "kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan".
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu merupakan salah satu pengkritik kesepakatan nuklir Iran yang vokal menyuarakan pendapatnya. Namun, belakangan ia terlihat menahan diri dan jarang menyinggung kesepakatan yang dicapai pada masa pemerintahan presiden petahana AS, Barack Obama, lantaran pelobi Israel dan AS tengah menyelesaikan bantuan militer untuk Tel Aviv sebesar US$38 miliar untuk 10 tahun.
Sebelum perjanjian nuklir Iran disepakati, hubungan AS dengan Israel merenggang, bermula dari pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS yang mengecam rencana kesepakatan itu pada 2015 lalu.
Pemerintahan Obama menilai kesepakatan itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan upaya Teheran merakit senjata nuklir. Obama juga sepakat mencabut sebagian sanksi terhadap Iran. Teheran sendiri selalu menyangkal soal tudingan pengembangan senjata nuklir.
Berdasarkan kesepakatan itu, Iran berkomitmen untuk mengurangi jumlah sentrifugal sebesar dua pertiga dari sebelumnya, sehingga batas maksimum pengayaan uranium yang dapat dikembangkan Republik Islam itu berada jauh dari jumlah yang diperlukan untuk menciptakan senjata nuklir selama 15 tahun. Iran juga mempersilakan lembaga inspeksi internasional untuk memverifikasi kepatuhannya terhadap kesepakatan itu.
"Masalahnya terletak bukan pada kemungkinan melanggar kesepakatan itu, tetapi bahwa Iran akan tetap menepatinya selama satu dekade, atau bahkan kurang.. dan mengembangkan uranium skala industri untuk membuat inti dari senjata nuklir," ujar Netanyahu dalam forum tersebut, dikutip dari Reuters.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry membela kesepakatan nuklir Iran dengan alasan kesepakatan itu dapat mendeteksi jika Iran melakukan pelanggaran. (ama)