"Kegigihan, pengalaman dan pemahaman luasnya mengenai geopolitik membuat Tillerson pilihan yang sangat baik untuk menduduki jabatan Menlu. Dia akan mempromosikan stabilitas regional dan fokusnya pada kepentingan keamanan utama AS," ungkap Trump melalui pernyataan yang dirilis oleh tim transisinya seperti dikutip Reuters, Selasa (13/12).
Trump dikabarkan akan mengumumkan pilihannya ini secara resmi pada Selasa (14/12) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mendapatkan sejumlah dukungan dari beberapa tokoh Partai Republik lain seperti mantan Menlu AS, James baker, Condoleeza Rice, dan mantan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates terkait pilihannya yang jatuh pada Tillerson ini.
Dukungan para tokoh tersebut dipandang sebagai pemulus jalan Tillerson, 64, saat menghadapi persetujuan Senat AS yang dinilai akan memunculkan sejumlah perdebatan lantaran kedekatan Tillerson dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sementara itu, sejumlah pembentuk kebijakan AS dari kedua partai besar, Demokrat dan Republik, mempertanyakan pilihan Trump untuk Menlu AS ini. Senator John McCain bahkan menyatakan rasa kekhawatirannya terhadap pilihan Trump tersebut.
"Saya khawatir, sudah banyak orang yang mengetahui bahwa dia [Tillerson] memiliki kedekatan dengan Vladimir Putin," kata McCain.
Pilihan Trump ini muncul di tengah kontroversi mengenai potensi campur tangan asing dalam proses pemilu AS pada 8 November lalu.
Badan Intelijen Pusat AS (CIA) baru-baru ini bahkan menyebut Moskow telah ikut campur dalam pemilu AS. Komunitas intelijen AS semakin yakin bahwa keterlibatan Rusia dalam pemilu AS kemarin ditujukan untuk memenangkan Trump atas rivalnya Hillary Clinton. (ama)