Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak mati oleh seorang anggota polisi bernama Mevlut Mert Altintas. Penembakan Karlov ini diduga terkait dengan peran Rusia dalam konflik Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini dilakukan Iran guna mengantisipasi dan menghindari serangan teror yang kemungkinan terjadi di kota itu. Pasalnya, tak berapa lama usai aksi pembunuhan Dubes Rusia, seorang pria meluncurkan serangkaian tembakan ke udara di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara.
Pihak berwenang Turki menyebutkan pelaku yang bernama Sahin S mendekati kantor kedutaan AS di distrik Cankaya sambil melontarkan tembakan ke udara sebanyak delapan hingga sembilan kali. Sahin membawa sebuah senapan yang ia sembunyikan dibalik mantelnya.
Melansir kantor berita Turki, Anadolu, Sahin kemudian berhasil dicokok polisi. Petugas segera meluncurkan sejumlah langkah untuk mengamankan lokasi.
Kedubes AS di Ankara pun terpaksa ditutup untuk sementara waktu akibat insiden penyerangan ini.
Meskipun tak ada korban, namun serangan ini menjadi aksi teror kedua yang menargetkan perwakilan asing di Ankara dalam semalam.
Pihak Kedubes AS berulang kali memperingatkan warga negaranya yang sedang berada di negara itu untuk berhati-hati dari potensi serangan dan ancaman keamanan di Turki sepanjang tahun 2016 ini.
Insiden teranyar terjadi pada Sabtu (17/12) setidaknya 13 tentara Turki tewas dan 48 lainnya terluka akibat sebuah mobil berisi bom menabrak bus yang membawa pasukan militer di Kota Kayseri. (ama)