Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Turkey Blocks, situs yang rutin "mengidentifikasi dan memvalidasi laporan soal sensor massal di internet".
Pada Jumat (23/12), Turkey Blocks melaporkan bahwa para pengguna internet tidak dapat mengakses ketiga media sosial itu, tak lama setelah video propaganda ISIS itu menjadi viral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video yang diunggah di situs propaganda ISIS itu diklaim direkam di daerah yang dideklarasikan sebagai "Provinsi Aleppo" pada Kamis (22/12), hanya sehari setelah 16 tentara Turki dilaporkan tewas di tangan militan ISIS di Suriah. Kejadian ini merupakan kekalahan terbesar militer Turki di Suriah hingga saat ini.
Tentara Turki memasuki Suriah pada 24 Agustus lalu untuk mendukung kelompok pemberontak yang berupaya menggulingkan Presiden Bashar Al-Assad. Pemerintah Turki menegaskan bahwa tujuan tentaranya berada di wilayah Suriah adalah untuk memberantas ISIS dan milisi Kurdi yang dianggap sebagai ancaman keamanan, tak hanya di Suriah tetapi di negara tetangga, termasuk Turki.
Pada Kamis, Erdogan bersumpah tidak akan menghentikan kampanye melawan ISIS dan milisi Kurdi di Suriah. "Ya, mungkin kita kehilangan beberapa marti, tapi kami bertekad untuk mengenang mereka dan melanjutkan perjuangan kami," ujarnya. (has)