"Para prajurit tersebut dituding membocorkan informasi militer dan membantu organisasi teroris," kutip kantor berita Turki, Anadolu, seperti diberitakan AFP pada Jumat (13/1).
Selain kelima prajurit itu, polisi juga menangkap 18 tersangka lainnya sebagai bagian dari penyelidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan terjadi saat sebuah bus militer yang membawa prajurit berpangkat rendah keluar dari markas komando. Bom yang tersimpan di sebuah kendaraan tiba-tiba meledak saat bersimpangan dengan bus militer itu. Ledakan terjadi di dekat Universitas Erciyes.
Wakil Perdana Menteri Nurman Kurtulmus menuturkan sejumlah petunjuk mengarah pada kelompok gerilyawan Partai Pekerja Kurdi (PKK) sebagai dalang di balik aksi teror tersebut.
Melalui sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita pro-PKK, Firait, kelompok itu menyatakan organisasi Kurdistan Freedom Falcons (TAK) yang merupakan afiliasi PKK adalah pelaku serangan teror tersebut.
Sejumlah pengamat menganggap kelompok TAK jauh lebih ekstrem dari PKK.
TAK juga mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror bom di Turki pada tahun lalu, termasuk bom ganda yang meledak di stadion sepakbola Besiktas pada 11 Oktober lalu yang menewaskan setidaknya 46 orang.