Demonstran yang sebagian besar merupakan warga kulit hitam ini mengawali pawai dari dekat Washington Martin Luther King Jr Memorial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun di bawah guyuran hujan kami tetap bergerak memperjuangkan hak yang seharusnya kami peroleh, sesuatu yang lebih diperlukan ketimbang satu Pemilu untuk membalikkan hal itu," kata Al Sharpton.
Seperti diketahui Donald Trump berhasil mengungguli Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Trump menang berkat platform politiknya yang dianggap populis, mulai dari rencana membangun tembok pemisah di perbatasan AS-Meksiko, membatasi imigran dari negara-negara muslim, mengembalikan produksi sejumlah industri strategis ke dalam negeri, hingga menutup Obamacare.
Bukan itu saja, keputusan Trum memilih Senator Jeff Sessions dari Alabama menjadi jaksa agung memicu kekhawatiran kaum minoritas. Terpilihnya Sessions dianggap sebagai upaya untuk melemahkan hak pilih kelompok minoritas dan menghentikan reformasi peradilan kriminal.
Unjuk rasa kali ini juga diikuti oleh kelompok Hispanik La Raza, para politisi, keluarga Afro-Amerika korban kekerasan polisi, Liga Urban Nasional, Keluarga Berencana dan Kampanye HAM yang merupakan kelompok pembela hak-hak LBGT.
Sebagai aksi lanjutan, sekitar 30 kelompok demonstran berencana akan terus mengajukan protes bukan hanya sebelum, tetapi juga selama dan setelah proses pelantikan. Para demonstran mengaku berencana melakukan aksi penutupan pelantikan tersebut.