"Obama sebaiknya tak membuang-buang waktunya mengurusi masalah hak asasi manusia. Susun saja rencana yang rapi untuk berkemas dari Gedung Putih," demikian kutipan pemberitaan kantor berita pemerintah Korut, KCNA, Senin (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Obama menjalankan kebijakan "kesabaran strategis" dalam menghadapi Korut. Washington menolak semua dialog langsung dengan Korut, kecuali Korut berkomitmen menghentikan program nuklirnya.
Setiap Korut melaksanakan uji coba nuklirnya, AS langsung menjatuhkan sanksi ekonomi tanpa melakukan dialog langsung.
Menurut pemberitaan KCNA ini, kebijakan AS tersebut justru semakin memacu Korut untuk "mengembangkan kemampuan militer untuk membasmi musuh tanpa ampun."
Dalam pidato awal tahunnya, Kim Jong Un mengatakan bahwa Korut sudah memasuki tahap akhir pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) mereka. Ia mengklaim, ICBM itu dapat menjangkau wilayah AS.
Menanggapi ancaman tersebut, presiden terpilih AS, Donald Trump, hanya berkata, "Itu tidak akan terjadi!"