Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto, mengatakan bahwa sembilan jenazah itu diduga terbawa arus dan ditemukan secara terpisah pada Jumat (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kesembilan jenazah sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Batam. TIM DVI Polda Kepri akan melakukan identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Rikwanto mengatakan bahwa total korban tewas akibat insiden kapal karam ini sudah mencapai 24 orang.
Kapal yang diduga membawa TKI ilegal itu karam di perairan Tanjung Rhu dalam perjalan dari Batam pada Senin (23/1). Kapal itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 09.17 waktu setempat.
Hingga kini, aparat masih menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal. Namun sebelumnya, Badan Aparat Maritim Malaysia (MMEA) mengatakan, kapal kemunginan karam karena kelebihan muatan dan cuaca buruk. (has)