Menteri Brexit David Davis mempresentasikan blueprint rencana itu ke kamar bawah parlemen pada Kamis (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meminta kedua pihak yang berdebat untuk melupakan kampanye referendum dan beranjak dari kejutan yang terjadi pada pemungutan suara, 23 Juni lalu.
"Setelah semua perpecahan dan ketidaksepakatan itu, negeri ini kembali bersatu," kata dia, dikutip AFP. "Referendum itu telah memecah belah kita. Dan perpecahan itu kini sudah sembuh."
"Para pemenang bertanggung jawab untuk bertindak secara murah hati. Mereka yang kalah punya tanggung jawab untuk menghargai legitimasi hasil pemungutan suara."
Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi Inggris akan meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa dalam rangka mengendalikan imigrasi. Namun, Davis mengatakan pemerintah akan mencari "kesepakatan pasar bebas yang tegas dan ambisius."
Menteri Brexit dari partai oposisi, Keir Starmer, mengkritisi langkah pemerintah mengungkap dokumen setebal 77 halaman ini sebelum debat parlemen. Dia juga meminta Davis menjamin pemenuhan hak warga Uni Eropa di Inggris.
Sementara Davis mengatakan pihaknya tidak akan mengusir siapapun dengan dalih terkait Brexit. Namun, dia membutuhkan keyakinan yang sama dari para pemimpin Uni Eropa soal nasib warga Inggris yang ada di luar negeri.
Pemerintah sempat mencoba untuk melangkahi Parlemen karena merasa yakin mempunyai kewenangan yang dibutuhkan untuk memicu Pasal 50. Namun, mahkamah agung pada pekan lalu memutuskan legislatif mesti dilibatkan.
Kebanyakan anggota Parlemen menyuarakan agar Inggris tetap berada di Uni Eropa, sebelum referendum Juni lalu. Namun, seiring dengan debat berjalan, banyak dari mereka menyatakan akan menerima hasilnya, meski enggan.
(aal)