Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa kedua orang itu ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri oleh seorang nelayan pada Rabu (8/1) pukul 18.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal mengatakan, hingga kini baru dua korban selamat yang ditemukan di wilayah Malaysia. Satu korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR Indonesia di Perairan Sae Taewan, Sebatik, dalam keadaan meninggal dunia. Proses identifikasi korban masih berjalan.
Laksamana pertama dari coastguard Malaysia, Zubil Mat Som, mengatakan kepada AFP bahwa proses pencarian sisa korban akan sulit. Pasalnya, laporan datang 24 jam setelah kejadian.
Menurut Iqbal, jalur Tinagat-Sungai Nyamuk merupakan lintasan yang kerap digunakan oleh TKI ilegal. Jalur TKI ilegal semacam ini memang sering menelan korban.
Pada akhir Januari lalu, setidaknya 24 orang tewas akibat kapal karam di perairan Tanjung Rhu, Johor Bahru, Malaysia, dalam perjalanan dari Batam. Jalur itu juga sering dilewati TKI ilegal. (has)