"Presiden mengevaluasi situasi ini. Ia berbicara dengan Wakil Presiden Pence mengenai perbincangannya dengan Flynn, juga dengan sejumlah orang lain mengenai apa yang ia sebut sebagai masalah paling penting, keamanan nasional kita," ujar sekretaris pers Gedung Putih, Sean Spicer, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembicaraan itu, mereka diduga kuat membicarakan kemungkinan penangguhan sanksi tambahan yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama pada Desember lalu akibat peretasan Rusia dalam pemilu.
Gedung Putih mengatakan, mereka masih terus menyelidiki dugaan bahwa Spicer membuka kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Rusia ketika Trump sudah resmi dilantik.
Jika benar pembicaraan itu terjadi, berarti Flynn melanggar satu hukum yang disebut Logan Act. Aturan itu melarang warga sipil privat terlibat dalam kebijakan luar negeri.
Penasihat Gedung Putih, Kellyane Conway, mengatakan bahwa Flynn sudah berbicara dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence, sebanyak dua kali. Dalam pembicaraan itu, Flyyn meminta maaf kepada Pence secara personal.