Pasalnya, intelijen Korea Utara disebut memang menebar jaringan paling kuat mereka di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Jaringan itu dibentuk langsung oleh Badan Pengakuan Umum (RGB).
Lembaga intelijen Korut yang mengawasi setiap operasi penyamaran ini berada di bawah naungan Kementerian Keamanan Korut dan memberikan laporan langsung ke Kim Jong Un.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurutnya, agen RGB biasanya lebih memilih tempat di Malaysia dan Singapura. Di sana, mereka biasanya menyamar dengan bekerja di berbagai sektor, mulai dari konsultan teknik hingga pegawai restoran.
"Mereka menggunakan restoran sebagai garda utama dalam pengumpulan data intelijen, menargetkan politisi, diplomat, atau petinggi perusahaan dari Jepang dan Korea Selatan," ujar sumber tersebut.
Sumber itu mengatakan, penyelidikan oleh polisi Australia menunjukkan bahwa RGB biasanya menjadikan Port Klang, Malaysia, sebagai tempat bongkar muat penyelundupan narkoba.
Tak hanya itu, RGB bahkan disebut sempat menjadikan Malaysia sebagai tempat persinggahan penyelundupan bahan kimia terlarang yang dapat digunakan untuk membuat gas saraf.