Undangan tersebut disampaikan juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah usai bosnya menerima panggilan telepon dari Trump, kemarin. Telepon tersebut merupakan yang pertama kali diterima Abbas setelah Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS.
“Pertemuan di Gedung Putih menurut Trump untuk mendiskusikan proses politik, karena AS berkomitmen untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel,” kata Abu Rdainah, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump dalam catatan Abu Rdainah telah menghubungi Netanyahu melalui telepon sebanyak dua kali sejak dirinya dilantik sebagai Presiden AS. Bahkan, bulan lalu Netanyahu telah lebih dulu berkunjung ke Washington.
"Presiden Abbas merasa terganggu dengan berkembangnya rumor bahwa komitmen untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel bisa terganggu karena pertemuan tersebut,” katanya.
“Saya melihat ada dua negara, dan saya menyukai satu negara yang disukai oleh dua partai di negara saya,” ujar Trump ketika itu, yang membuat kecemasan di Timur Tengah.
Kebenaran undangan bagi Abbas untuk menyambangi kantor Trump juga dibenarkan Sean Spicer, juru bicara Gedung Putih. Meski tidak menyebut tanggal pastinya, Spicer mengatakan pertemuan tersebut akan digelar dalam waktu tidak lama lagi.