Dewan Sekolah Distrik Toronto, yang membawahi lebih dari 250.000 siswa, pada Rabu mengeluarkan keputusan yang meminta sekolah-sekolah untuk menangguhkan kunjungan para siswa mereka ke AS, menurut juru bicara Dewan, Ryan Bird.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik versi pertama maupun versi kedua dari larangan Trump sendiri itu telah dimentahkan oleh pengadilan AS.
"Karena ketidakpastian menyangkut perintah kedua itu dan apakah (perintah) akan terus diterapkan, kami harus mengambil keputusan," tulis Bird salam surat elektronik.
"Tanpa menyebut nama, kami mendapat beberapa pertanyaan dari kalangan siswa, orang tua siswa serta staf soal status kunjungan ke AS." Bird tidak bersedia mengatakan jumlah siswa yang akan terkena dampak dari larangan Trump itu tapi
“Bisa dikatakan bahwa siswa-siswa kami di seluruh negeri menyebut-nyebut soal perintah eksekutif (Trump, red),” tambaj mereka.
"Keputusan operasional kami untuk membatasi kunjungan ke AS pada saat ini adalah langkah yang sulit, tapi alasannya satu-satunya adalah untuk memastikan semua putri dan perempuan di Guiding bisa berpartisipasi semuanya dalam kunjungan-kunjungan yang diselenggarakan oleh Guiding, ke mana pun tujuannya," tulis organisasi itu dalam pernyataan di lamannya.
"Tidak mudah mengambil keputusan itu. Tujuan utama kami adalah menurunkan risiko para anggota kami mengalami kesulitan di perbatasan dan untuk memastikan bahwa tidak ada satu anggota pun yang tidak bisa ikut,” tambahnya.
Dewan-dewan sekolah dan organisasi kepemudaan lainnya juga sedang mempertimbangkan untuk mengambil keputusan yang sama.
Dewan sekolah Ottawa-Carleton di ibu kota negara Kanada telah meminta para orang tua untuk memberikan tanggapan terhadap penangguhan kunjungan.
"Para orang tua tidak menginginkan kunjungan (ke AS, red) dibatalkan," ujar juru bicara Dewan, Sharlene Hunter, melalui surat elektronik.