Dalam pernyataannya saat menyambut hari pasukan bersenjata, Min mengatakan bahwa Rohingya yang tinggal di Rakhine bukan warga Myanmar. Menurut Min, mereka hanya imigran ilegal dari Bangladesh atau yang biasa disebut Bengalis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Myanmar menuding "teroris Rohingya" berada di balik serangan itu. Namun, mereka tak pernah menjabarkan bukti konkret.
Alih-alih memburu para pelaku penyerangan, militer Myanmar diduga malah menyerang etnis Rohingya secara membabi-buta hingga menewaskan setidaknya 80 orang.
Penyelidik PBB bahkan mengatakan, tak sedikit perempuan yang diperkosa dan bayi yang dibantai oleh aparat saat operasi militer itu berlangsung.
Akibat rangkaian kekerasan ini, ribuan orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh, di mana sebagian anak muda mereka dipaksa menjadi budak untuk mengedarkan narkoba.
Rohingya memang kerap menjadi target penganiayaan dan diskriminasi. Mereka bahkan tak diakui sebagai etnis resmi dalam konstitusi Myanmar.