Sembilan bulan setelah warga Inggris memutuskan untuk pergi, May akan menyampaikan surat kepada Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk, menyatakan Inggris sungguh ingin keluar dari blok yang sudah diikutinya sejak 1973.
Sang Perdana Menteri, setelah itu, mempunyai waktu dua tahun untuk tarik ulur persyaratan perceraian dengan Uni Eropa sebelum keputusan ini resmi berlaku pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang Brexit, May dihadapkan pada pekerjaan terberat yang pernah dihadapi oleh perdana menteri Inggris manapun: mempersatukan negara di tengah tuntutan kemerdekaan Skotlandia sembari bernegosiasi dengan 27 negara Uni Eropa lain soal keuangan, perdagangan, keamanan dan isu rumit lainnya.
Hasil negosiasi ini akan menentukan masa depan ekonomi Inggris yang bernilai $2,6 triliun--terbesar kelima di dunia. Selain itu, posisi London sebagai salau satu dari dua pusat keuangan dunia pun dipertaruhkan.
Untuk UE, yang sudah dilanda krisis utang dan pengungsi, kehilangan Inggris jadi hantaman terbesar dalam upayanya mempersatukan benua biru selama 60 tahun usai Perang Dunia II.
Surat Cerai
Surat cerai Inggris di bawah Pasal 50 Perjanjian Lisbon akan diserahkan langsung kepada Tusk oleh Tim Barrow, perwakilan tetap Inggris untuk Uni Eropa.
Barrow telah tiba di gedung Dewan Eropa sebelum 8.00 GMT (15.00 WIB) untuk menghadiri rapat rutin mingguan dengan diplomat senior dari negara-negara anggota lainnya.
Barrow sudah mengatur janji dengan Tusk, di kantor Presiden Dewan, lantai 11 Gedung Europa, 11.20 GMT nanti. Di sana dia akan menyerahkan surat tersebut.
Momen itu akan secara formal memulai hitung mundur proses negosiasi Brexit. Tusk akan berbicara pada wartawan setelahnya.
May menandatangani surat itu pada Selasa. Foto menunjukkan ia menandatangani surat itu sendirian di sebuah meja yang berada di bawah jam dinding, bendera Inggris, dan lukisan Robert Walpole, perdana menteri pertama Inggris.
Dia akan memberikan pernyataan di hadapan anggota dewan pada 11.30 GMT.