Kapal Jepang Bantai 300 Paus di Perairan Antartika

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 31/03/2017 18:39 WIB
Kapal Jepang Bantai 300 Paus di Perairan Antartika Ilustrasi ikan paus. (Foto: REUTERS/Ross Wearing)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah armada kapal penangkapan ikan kembali ke pelabuhan Shimomoseki, Jepang, usai berburu dan membunuh setidaknya 300 ikan paus di Antartika sejak November lalu.

Kementerian Perikanan Jepang menuturkan setidaknya lima kapal ikan melakukan perburuan di Samudera Selatan Antartika sejak akhir tahun 2016, dengan tujuan membantai ratusan mamalia terbesar di dunia ini dalam rangka "penelitian."

"Misi perburuan paus ini dilakukan untuk penelitian mempelajari ekologi di Laut Antartika," bunyi pernyataan lembaga tersebut seperti dikutip AFP, Jumat (31/3).
Jepang mendasari perburuan paus ini dengan alasan "penelitian ilmiah" untuk membuktikan klaim mereka bahwa populasi paus cukup besar dan berkelanjutan untuk diburu secara komersil.


Perburuan paus memang telah selama berabad-abad dilakukan nelayan Jepang, memicu kritik keras dari sejumlah lembaga pemerhati lingkungan dan hak hewan.

Daging paus menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi warga Jepang. Daging mamalia itu menjadi sumber protein tinggi masyarakat sejak pasca-Perang Dunia II dan tak jarang tersaji di sejumlah restoran bahkan menjadi makan siang anak-anak sekolah.

Sebenarnya, konsumsi daging paus telah menurun drastis dalam beberapa dekade terakhir. Tokyo juga telah menandatangani moratorium perburuan paus sejak 1986 di bawah International Whaling Commission (IWC).

Namun, sempat terhenti selama setahun atas permintaan Mahkamah Peradilan Internasional (ICJ), para nelayan kembali menangkap paus dalam perburuan tahunan ini, 2016 lalu.
Saat itu, mereka juga menangkap 333 paus minke.

ICJ tak percaya perburuan ini semata dilakukan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan, menganggap alasan itu hanya tameng bagi para pemburu yang sebenarnya mengincar daging paus untuk tujuan komersial.

Selain ICJ, Australia dan Selandia Baru juga merupakan salah satu negara yang turut menentang perburuan paus ini.

"Setiap tahun, Jepang tetap meluncurkan perburuan ikan paus dengan menggunakan alasan penelitian ilmiah supaya bisa mengorbankan keberadaan hewan-hewan indah tersebut. Ini adalah kekejaman yang bertopeng imlu pengetahuan dan harus diakhiri," tutur wakil presiden lembaga perlindungan hewan, International Society International, Kitty Block.