Yazidi merupakan etnis keagamaan yang menganut kepercayaan kuno dan dianggap kafir oleh ISIS. Kelompok teror ini memandang Yazidi dan Syiah sebagai orang murtad yang harus dibasmi.
Ini pertama kalinya pejabat berwenang memperkirakan jumlah jasad Yazidi yang menjadi korban kebrutalan ISIS dan kerap ditemukan di kuburan massal di sekitar kota di bagian utara Irak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berujar, sebagian besar jasad tersebut dalam kondisi sulit teridentifikasi karena saling tercampur, membuat pihak berwenang hanya bisa memberikan perkiraan jumlah korban tewas yang telah ditemukan saat ini.
Berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh Hassoun, jumlah korban beretnis Yazidi ini masih bisa merangkak naik.
Lihat juga:ISIS Diduga Gunakan Gas Beracun di Mosul |
Desa Kocho merupakan salah satu desa yang dianggap PBB memiliki situs kuburan massal terbesar.
Diberitakan CNN, juru bicara kementerian martir di Kurdistan, Fouad Othman, mengatakan petugas baru bisa mengevakuasi sekitar 65 jenazah karena sumber daya yang terbatas, khususnya dana.
Anggaran yang terbatas dilaporkan menyulitkan para pejabat ini untuk melakukan tes DNA guna mengidentifikasi jenazah korban dengan anggota keluarga yang masih mencari sanak saudara mereka.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan ISIS telah melakukan genosida terhadap kaum Yazidi.
Pejabat suku Kurdi meyakini akan ada lebih banyak kuburan massal yang ditemukan seiring dengan semakin luasnya bagian kota yang dibebaskan dari para militan.
Hingga kini, koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat terus menggencarkan perang melawan ISIS baik di Suriah maupun Irak.
Lihat juga:ISIS Tampik Jadi Korban Bom Raksasa AS |
Militer Irak menuturkan, saat ini ISIS hanya menguasai kurang dari 7 persen wilayahnya.
Meskipun begitu ISIS masih menguasai sejumlah kota di Irak seperti Qaim, Hawija, dan Tal Afar, serta Raqqa di Suriah.
Di awal kehadiran ISIS sekitar tahun 2014, ISIS memgang sekitar 40 persen wilayah Irak.