"Saya selalu berpandangan bahwa meski ada perbedaan pendapat yang serius di sejumlah area, pembicaraan mesti tetap berlanjut. Jika tidak, Anda akan terdiam dan hanya menambah ketidaksepahaman," tutur Merkel usai bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Sochi, Rusia, pada Selasa (2/5) malam waktu setempat.
Sejumlah perbedaan pandangan disebut menyelimuti pertemuan bilateral tersebut. Putin dan Merkel dikabarkan bersilang pendapat mengenai sejumlah isu seperti konflik Suriah, krisis Ukraina, penghormatan hak sipil di Rusia, hingga dugaan intervensi Moskow dalam pemilu negara asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merkel mengambil pernyataan tegas ketika sejumlah wartawan menanyakan kemungkinan Rusia ikut campur dalam pemilu yang akan diselenggarakan September mendatang dengan menyebarkan berita palsu.
"Saya bukan tipe orang yang cemas, saya akan berjuang dalam pemilu berdasarkan keyakinan saya. Warga Jerman akan tegas menyikapi kasus peredaran informasi palsu," kata Merkel.
Menurut Putin, tudingan soal Rusia membantu Presiden Donald Trump untuk memenangkan pemilu adalah "rumor" hasil pertikaian politik internal di AS.
"Kami tidak pernah mencampuri kehidupan politik negara asing. Kami tidak ingin siapa pun mencampuri kehidupan politik dan kebijakan luar negeri kami," ucap Putin.
Lawatan Merkel ke Sochi ini merupakan kunjungan kenegaraannya yang pertama ke Rusia sejak Negeri Beruang Merah itu mencaplok Crimea, wilayah di bagian selatan Ukraina pada 2014 silam.
Meski keduanya sepakat untuk menjunjung tinggi implementasi kesepakatan damai Minsk untuk menyelesaikan krisis Ukraina, Putin menyerang pemerintahan Kiev yang pro-Barat telah memaksa kelompok separatis menjauh dari negara itu.
Hal ini bertentangan dengan pendirian Berlin.
"Peristiwa di Ukraina timur adalah hasil sebuah kudeta, sebuah perubahan kekuasaan yang tidak sesuai konstitusi Kiev," tutur Putin merujuk pada penggulingan paksa pemerintahan Kiev yang pro-Moskow.
"Saya menekankan kepada Presiden Putin betapa pentingnya Rusia menjaga hak berdemonstrasi bagi warga dan betapa pentingnya peran LSM," kata Merkel.
"Kami juga mendengar laporan negatif tentang perlakukan buruk terhadap kaum LGBT di Chechnya. Saya minta Presiden Putin menggunakan kewenangannya untuk menjamin hak-hak minoritas di sini," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Putin menyangkal bahwa pemerintahnya tak menjamin kebebasan bermasyarakat bagi warganya, khususnya terkait penangkapan para pendemo anti-Kremlin beberapa waktu lalu.