Lonny Carlile, profesor program studi kawasan Asia di University of Hawaii, berpendapat organisasi 10 negara Asia Tenggara itu berpotensi menjadi fasilitator karena mempunyai jarak geografis yang cukup jauh dan tidak berkepentingan di kawasan terkait masalah ini.
Carlile mencatat, Forum Regional ASEAN (ARF)--pertemuan keamanan regional di kawasan yang melibatkan 27 negara--dianggap menjadi platform yang tepat bagi ASEAN untuk menengahi krisis berkelanjutan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Malaysia memiliki kedutaan besar di Pyongyang, begitu juga sebaliknya.
Namun, jika konflik ini berlanjut, keamanan kawasan Asia Tenggara pun bisa terancam. Karena itu, ASEAN diharapkan bisa berkontribusi meredam ketegangan di Semenanjung Korea.
"Ini adalah masalah Asia Timur ... Saya tidak tahu apa yang bisa dilakukan ASEAN untuk mendorong negosiasi dalam konflik ini. Tapi ASEAN bisa membantu memberlakukan sanksi [untuk menekan Korut]," kata Roy.
Sementara itu, pakar politik Asia Tenggara di John Cabot University Roma, Bridget Welsh, mengatakan Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Thailand, merupakan anggota ASEAN yang dianggap cukup dekat dengan rezim Kim Jong-un.
Menurut Welsh, empat negara itu menjadi penting bagi Pyongyang lantaran selama ini menyediakan jalur keamanan dan ekonomi bagi negara paling terisolasi itu.
Lihat juga:Korsel Akui Keberhasilan Program Rudal Korut |
Namun, Welsh mencatat potensi ASEAN belum bisa meyakinkan untuk dijadikan mediator dalam konflik ini. Sebab, di dalam tubuh ASEAN sendiri masih memiliki perpecahan, khususnya perbedaan antar negara anggota soal sengketa Laut China Selatan.
Dia juga mengatakan, kehadiran organisasi regional itu selama ini tidak efektif dan terlihat tidak memiliki kepemimpinan dengan prinsip pengambilan keputusan berdasarkan konsensus.
"Kinerja ASEAN tidak terlihat berarti dalam menyelesaikan masalah keamanan di kawasan selama ini...perpecahan negara anggota terkait sengketa Laut China Selatan yang berhubungan langsung dengan China ini cenderung beresonansi terhadap Korut juga. Jangan berharap banyak," ujar Welsh seperti dikutip dari Channel NewsAsia.