Sejauh ini, semua tuntutan penghentian program senjata telah diabaikan oleh Korut, bahkan dari China yang merupakan satu-satunya sekutu besarnya. Negara tertutup ini disebut tengah mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang bisa menghantam Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rudal itu bisa dinilai sebagai IRBM (rudal balistik jarak menengah) dengan kaliber yang ditingkatkan dari rudal Musudan yang sebelumnya terus-menerus gagal," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (16/5). Ia merujuk pada kelas rudal yang didesain untuk meluncur sejauh 3.000 hingga 4.000 kilometer.
Ditanya apakah program rudal Korea Utara berkembang lebih cepat dari perkiraan, dia menjawab singkat: "Ya."
Kantor pemerintah Korut, KCNA, menyebut peluncuran yang dilakukan pada Minggu (14/5) itu bertujuan untuk menguji coba kemampuan rudal membawa "hulu ledak nuklir skala besar." Duta Besar Korea Utara untuk China, menyebut pihaknya akan terus melakukan uji coba semacam itu "kapan saja, di mana saja."
Rudal tersebut meluncur sejauh 787 kilometer dalam jalur lintasan yang mencapai ketinggian 2.111,5 kilometer, kata KCNA.
Pyongyang kerap mengancam untuk menghancurkan Amerika Serikat, yang mereka tuding mendorong Semenangjung Korea ke ambang perang nuklir dengan melaksanakan latihan militer bersama Korsel dan Jepang.