Berbicara di samping Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni di Sochi, Putin bergurau menyebut Lavrov diampuni karena tidak menyampaikan rahasia itu kepadanya. Jelas, karena rahasia itu tidak pernah ada, ujarnya menegaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Kremlin, Yuri Ushakov, secara terpisah mengatakan Moskow mempunyai rekaman tertulis atas percakapan tersebut, bukan rekaman suara.
Mengeluhkan "skizofrenia politik" di Amerika Serikat, Putin menyebut Trump tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik karena keadaan tersebut.
"Sulit untuk membayangkan apa lagi omong kosong yang bisa dibuat dan diimpikan orang-orang selanjutnya," kata Putin.
"Yang mengejutkan saya adalah mereka menggoyang situasi politik domestik menggunakan slogan anti-Rusia. Entah mereka tidak mengerti dampak buruk hal itu untuk negaranya sendiri, yang berarti mereka bodoh sekali, atau mereka mengerti segalanya, yang berarti mereka berbahaya dan korup."
Dua Pejabat AS menyatakan Trump sempat membuka rahasia tingkat tinggi kepada Lavrov terkait rencana operasi kelompok teror ISIS. Hal ini menenggelamkan Gedung Putih, lagi-lagi, ke dalam kontroversi yang kerap terjadi setelah Trump menjabat.
Rusia berulang kali politisi anti-Rusia di Amerika Serikat menggunakan rasa takut tak berdasar akan hubungan baik kedua negara untuk menyabotase upaya rujuk sekaligus merusak Trump.