“Kami berusaha mengatur agar pak Jokowi memungkinkan hadir di pertemuan ini. Konfirmasi [kehadiran Jokowi] masih ditunggu dari kantor presiden. Yang pasti Indonesia akan hadir,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Gedung Kemlu, Jakarta, Kamis (18/5).
Indonesia memiliki sekitar 207 juta penduduk beragama Islam. Karena itu, Arrmanatha mengatakan, sebagai negara mayoritas Muslim, kehadiran Indonesia dalam pertemuan ini sangat penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Sekjen Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) Youssef Ahmed Al Othaimeen, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Sekjen Dewan kerja Sama Negara Teluk Arab (GCC) Abdullatif bin Rashid Al Zayani juga direncanakan hadir dalam KTT Minggu pekan ini.
“Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, di mana 13 persen umat Muslim dunia berasal dari Indonesia, suara kita [Indoensia] sangat diperhitungkan,” kata Arrmanatha.
Dalam sidang, Arrmanatha menyatakan, Indonesia berupaya menyampaikan pengalamannya terkait penerapan Islam dan demokrasi yang dapat hidup berdampingan di tanah air.
Sebagai negara yang memiliki sejarah dengan terorisme, dia mengatakan, RI juga akan menyampaikan pengalamannya dalam memerangi radikalisme dan terorisme.
“Kami akan sharing pengalaman Indonesia seputar toleransi beragama. Tak hanya itu, kami juga akan sharing seputar pengalaman Indonesia memerangi terorisme dan radikalisme di mana selama ini kita menggunakan pendekatan soft dan hard power dalam melawan kedua isu ini,” kata Arrmanatha menambahkan.