Anggota Kongres dari Partai Republik, Justin Amash, mengatakan pemakzulan layak dilakukan jika Trump benar-benar kedapatan menekan eks Direktur James Comey untuk menghentikan penyelidikan terkait komunikasi antara Michael Flynn dan Duta Besar Rusia untuk AS itu.
Senada dengan Amash, Carlos Curbelo, Perwakilan Partai Republik, menganggap Trump layak digulingkan jika benar-benar terbukti ingin menghalangi penegakan hukum. Dia membandingkan hal ini dengan upaya menghalangi proses peradilan yang berujung pada pemakzulan Presiden Bill Clinton dan Richard Nixon--yang lebih dulu mengundurkan diri.
Lihat juga:Mengintip Skenario Pemakzulan Presiden Trump |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan The Independent, fakta bahwa politikus Republik mulai mempertimbangkan pemakzulan Trump dianggap menunjukkan besarnya pengaruh skandal yang menimpa orang nomor satu di Amerika itu terhadap perpolitikan Gedung Putih yang dinilai kian kacau.
Wacana ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Namun, Al Green, perwakilan Partai Demokrat dari Texas, menjadi anggota Kongres pertama yang secara resmi mengajukan tuntutan pemakzulan Trump di rapat Dewan Perwakilan, Rabu (17/5).
Lihat juga:Anggota Kongres AS Tuntut Pemakzulan Trump |
Dugaan ikut campur Trump dalam penyelidikan FBI mencuat setelah ia memecat Comey, Selasa (9/5), karena dianggap tidak bisa memimpin badan investigasi tiu secara efektif. Trump dilaporkan mengambil keputusan ini setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Jaksa Agung Jeff Sessions.
Berdasarkan laporan New York Times, Comey sempat menulis memo berisikan pengakuan bahwa, "Presiden Trump mengatakan kepada saya, 'Saya harap Anda dapat melihat jalan secara jelas untuk melepaskan [kasus] ini, membiarkan Flynn pergi',"
Keberadaan memo yang diyakini ditulis sendiri oleh Comey itu dianggap menunjukkan niat Trump untuk mempengaruhi penyelidikan hukum terhadap rekan-rekannya dan Rusia. Sebab, sejumlah penyelidikan besar juga sedang berjalan untuk mengusut kebenaran kemungkinan kolusi antara Rusia dan tim kampanye Trump seiring dengan berlangsungnya penyelidikan Flynn.
Flynn mundur dari kabinet Trump pada Januari lalu setelah kedapatan berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai pertemuan dan percakapannya dengan Kislyak. Sejumlah media melaporkan, memo Comey itu ditulis setelah dirinya bertemu dengan Trump yang berlangsung sehari setelah pengunduran diri Flynn.