Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan mayoritas WNI tersebut adalah laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Setyo tidak menjelaskan apakah 38 WNI ini terkait Maute, kelompok militan berafiliasi ISIS yang mengamuk di Marawi sehingga memicu pertikaian dengan militer.
"Kami masih cari informasi lebih lanjut, mungkin dari KBRI sana yang akan mencari informasinya, sedangkan kami akan bantu dari anggota kepolisian ataupun teknis," ucap Setyo.
Sebelumnya, Kepolisian Filipina memasukkan nama tujuh WNI ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat dalam bentrokan militer dengan Maute.
Nama tujuh orang tersebut adalah Al Ikhwan Yushel, Yayat Hidayat Tarli, Anggara Suprayogi, Yoki Pratama Windyarto, Moch. Jaelani Firdaus, Muhamad Gufron, dan Muhammad Ilham Syahputra.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan 17 WNI yang sempat terjebak di antara konflik tersebut sudah dievakuasi dan akan dipulangkan ke Indonesia, besok.
Belasan orang itu dinyatakan tidak terlibat kelompok teror dan berada di Filipina untuk berdakwah. Kini mereka berada di Konsulat Jenderal RI Davao, menunggu pemulangan.