Belasan WNI Terjebak Konflik Marawi Diterbangkan ke Jakarta
CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jun 2017 20:48 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Kota Marawi, Filipina Selatan, diterbangkan ke Indonesia menggunakan penerbangan komersial dari Davao, Filipina.
Dalam keterangan resmi Kementerian Luar negeri, seperti dikutip dari Antara, mereka dijadwalkan akan tiba di Jakarta pukul 22.40 WIB, malam ini.
Belasan WNI tersebut diberangkatkan menggunakan Maskapai Silk Air, Sabtu (3/6) sore waktu setempat, dan singgah di Singapura untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
Dalam penerbangan itu, mereka didampingi Konsulat Jenderal RI Davao Berlian Napitupulu dan pejabat keimigrasian KJRI Davao, Agus Madjijd.
Sebelumnya, militer Filipina menyetujui evakuasi 17 warga negara Indonesia dari Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan.
Persetujuan evakuasi itu diiringi dengan penerbitan Safe-conduct Pass untuk tim Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Davao yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi para WNI.
Safe-conduct Pass merupakan tanda bagi tim evakuasi kepada militer Filipina yang sedang beroperasi agar diperbolehkan masuk ke daerah operasi tersebut.
Sementara itu, seorang WNI atas nama Yusuf Burhanuddin masih berada di Davao menunggu istri dan ketiga anaknya, yang berada di Iligan, sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Belasan orang yang dievakuasi dari Marawi dinyatakan tidak terlibat kelompok teror dan berada di Filipina untuk berdakwah.
Markas Besar Polri menyatakan, belasan WNI masuk ke Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina melalui jalur legal.
"Informasi awal mereka masuk ke sana karena dakwah. Tidak ikut kelompok yang di Filipina Selatan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto pekan lalu.
Dalam keterangan resmi Kementerian Luar negeri, seperti dikutip dari Antara, mereka dijadwalkan akan tiba di Jakarta pukul 22.40 WIB, malam ini.
Belasan WNI tersebut diberangkatkan menggunakan Maskapai Silk Air, Sabtu (3/6) sore waktu setempat, dan singgah di Singapura untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persetujuan evakuasi itu diiringi dengan penerbitan Safe-conduct Pass untuk tim Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Davao yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi para WNI.
Safe-conduct Pass merupakan tanda bagi tim evakuasi kepada militer Filipina yang sedang beroperasi agar diperbolehkan masuk ke daerah operasi tersebut.
Belasan orang yang dievakuasi dari Marawi dinyatakan tidak terlibat kelompok teror dan berada di Filipina untuk berdakwah.
Markas Besar Polri menyatakan, belasan WNI masuk ke Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina melalui jalur legal.
"Informasi awal mereka masuk ke sana karena dakwah. Tidak ikut kelompok yang di Filipina Selatan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto pekan lalu.