Adapun korban tewas serangan tersebut bertambah menjadi 8 orang. Korban terakhir adalah Abdirahman Mohamed, seorang remaja 17 tahun, yang tewas akibat luka tikaman.
Total korban luka dalam serangan tersebut berjumlah 48 orang dan 20 diantaranya berada dalam kondisi kritis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pejuang ISIS melakukan serangan di London, kemarin,” tulis Amaq, Minggu (4/6).
Sebelumnya, pada Sabtu, melalui Telegram, ISIS memanggil para pejuangnya untuk melakukan serangan menggunakan senjata apapun, baik itu kendaraan, senjata api ataupun pisau, guna “membunuh warga sipil dari tentara salib” selama bulan Ramadan.
Pasukan keamanan Inggris telah menangkap 12 orang di London Timur, pada Minggu, yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Adapun, mengutip ABC, banyak dari tersangka tersebut yang punya hubungan dengan salah satu penyerang yang menggunakan rompi bom palsu.
Di sisi lain, berbicara di Downing Street menyusul serangan tersebut, Perdana Menteri Inggris Theresa May bersikeras bahwa tiga serangan terakhir di Westminster, Manchester dan London Bridge tidak terkait. Namun dia memperingatkan bahwa serangan tersebut terikat oleh "ideologi tunggal ekstremisme Islam."
May juga menyebut serangan terakhir merupakan hal "brutal" dan mengatakan ekstremisme harus ditumpas.
"Kita tidak bisa dan tidak boleh berpura-pura bahwa segala sesuatu dapat berlanjut seperti apa adanya. Sudah cukup," katanya.
May mengatakan bahwa strategi kontra-terorisme Inggris akan ditinjau ulang, dan memperingatkan bahwa internet tidak dapat lagi menjadi "tempat yang aman" bagi para ekstremis.