"Maladewa mengambil keputusan ini karena penentangan tegas terhadap aktivitas yang mendukung terorisme dan ekstremisme," kata pemerintah negara yang berada di Samudera Hindia itu, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk bercerai dari Qatar diambil tak lama setelah pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan dorongannya untuk melawan terorisme saat berkunjung ke Arab Saudi.
Namun, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menyebut keputusan Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain untuk memutus hubungan dengan Qatar tidak akan berpengaruh banyak pada upaya melawan kelompok teror ISIS.
Meski mempunyai reputasi sebagai surga wisatawan, Maladewa yang warganya bermayoritas Islam kesulitan menghadapi minat tinggi pemudanya untuk bertarung bersama kelompok teror ISIS di Timur Tengah.
Raja Salman dari Arab Saudi semula sempat berniat untuk mengunjungi negara kepulauan dengan penduduk 400 ribu orang itu. Namun, rencana itu ditunda karena wabah flu.
Pemerintah Maladewa, Maret lalu, menyatakan telah merencanakan proyek investasi miliaran dolar yang disokong Arab Saudi untuk menarik wisatawan kelas atas. Negara tersebut juga menentang klaim oposisi yang menyebutnya akan menjual pulau-pulau ke Riyadh.