"Kami menawarkan kesempatan untuk perdamaian dengan waktu terbatas. Ini kesempatan terakhir. Ambilah atau hadapi konsekuensi," kata Ghani dalam konferensi perdamaian internasional yang dihadiri sekitar 20 negara, Selasa (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, bom kembali meledak di acara pemakaman di Kabul pada Sabtu (4/6), menewaskan tujuh orang dan melukai 119 lainnya.
Selama ini, pemerintah menuduh Taliban dan perpanjangannya, Jaringan Haqqani, bertanggung jawab atas serangkaian insiden bom di Afghanistan.
Upaya internasional untuk memboyong Taliban ke meja perundingan juga gagal.
Demonstrasi pun mulai bermunculan di pusat kota. Para pemrotes juga mulai menuntut pengunduran diri menteri keamanan nasional, termasuk penasihat keamanan Afghanistan Hanif Atmar.
Serangan ini dinilai bisa memperburuk ketegangan antara kelompok etnis di Afghanistan yang berseteru dan memperbesar potensi terjadinya krisis politik.
Menteri Luar Negeri Salahuddin Rabbani, yang berasal dari organisasi politik Tajik Jamiat, pun berani menyerukan pemberhentian Atmar.
Tapi, Ghani, yang berasal dari etnis Pashtun, dengan tegas menolak permintaan tersebut.