"Kami sepakat melawan terorisme secara supresional, artinya fokus ke wilayah Australia, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Brunei," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itulah, Indonesia meminta Australia dan negara lain untuk bertindak lebih taktis dan aplikatif lagi demi bisa menahan niat ISIS membangun basis di Asia Tenggara.
"Kami sepakat kembangkan lebih taktis dan aplikatif di lapangan agar benar-benar bisa menanggulangi basis ISIS di Filipina Selatan," katanya.
Khusus untuk Indonesia, Wiranto menjelaskan daerah-daerah perbatasan akan diperkuat lagi pengamanannya. Oleh sebab itu, dia akan menggelar rapat koordinasi untuk membendung aliran paham ISIS ke Indonesia.
Di sisi lain, Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson enggan berkomentar banyak soal rencana penguatan patroli di kawasan Asia Tenggara tersebut. Dia hanya mengakui pembicaraan antara dia dan Wiranto membahas soal teror di kawasan Asia Tenggara.
"Kami diskusi soal teroris tapi saya tak bisa menceritakan lebih dari itu," ujar Paul saat ditemui pasca pertemuan dengan Wiranto.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah pernah menyinggung soal rencana Indonesia merangkul negara-negara tetangga di Asia Tenggara untuk mengantisipasi penyebaran kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Saat ini ISIS sudah sampai Filipina Selatan dan menguasai Kota Marawi, salah satu wilayah di Mindanao itu.