"Seluruh sistem Al Jazeera media network berada dalam seragan siber, baik sistem, website, dan media sosial," tulis Al Jazeera dalam akun Twitternya.
"Ada upaya yang dilakukan untuk meretas sistem keamanan siber Al Jazeera, tapi kami berhasil mengagalkan upaya mereka, dan saat ini semua entitas kami tetap beroperasi," kata seorang karyawan senior yang enggan disebut namanya kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui akun media sosialnya, kantor berita ini mengatakan bahwa mereka sedang menghadapi upaya peretasan yang terus-menerus.
Ini adalah laporan ke-tiga yang dilaporkan dalam 14 bulan terakhir.
Setelah itu, di bulan April, bank nasional Qatar juga mengalami peretasan. Kala itu, mereka mengalami pelanggaran keamanan sehingga data nasabah diunggah secara online, termasuk unggahan soal nama nasabah dan juga kata sandinya.