"Dari 96 wilayah, mereka hanya menguasai Marinaut, Lulut, Mapandi, dan Distrik Komersial Bongolo, yang hanya mencapai 20 persen dari keseluruhan Kota Marawi dan menyempit setiap harinya," ujar kepala komando militer Mindanao Barat, Carlito Galvez, Selasa (13/6).
Pernyataan ini sekaligus membantah klaim ISIS yang melalui media propagandanya, Amaq, menyatakan bahwa upaya militer untuk merebut kembali Kota Marawi "sangat gagal."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah kita harus mempercayai perkataan mereka bahwa mereka menguasai dua pertiga wilayah Marawi? Dengan 202 teroris terkonfirmasi tewas, mengapa kita memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyiarkan kebohongan?" kata Galvez.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Filipina, Allan Peter Cayetano, mengatakan bahwa ISIS sedang berupaya merebut dua hingga tiga kota di Mindanao.
Ia pun mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Indonesia dan Malaysia untuk mencegah penyebaran militan ISIS yang lebih luas.