Investigasi Dimulai, Korban Kebakaran London Jadi 30 Orang

Lesthia Kertopati , CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 20:09 WIB
Investigasi Dimulai, Korban Kebakaran London Jadi 30 Orang Korban kebakaran apartemen Grenfell Tower di London bertambah jadi 30 orang. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban tewas dalam kebakaran hebat di apartemen Grenfell Tower terus meningkat. Jumat (16/6) polisi mengonfirmasi korban jiwa bertambah menjadi 30 orang.

“Seluruh titik api telah berhasil dipadamkan dan kini korban tewas bertambah menjadi 30 orang,” ujar Komandan Polisi Metropolitan London Stuart Cundy, dilansir AFP.

Proses pemadaman seluruh titik api itu memakan waktu dua hari sejak Rabu (14/6) dini hari.

Dia menambahkan, salah satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian meninggal dalam perjalanan. Selain itu, terdapat 24 korban yang kini masih dalam perawatan di rumah sakit, dengan 12 diantaranya kritis.


Cundy menyebut bahwa korban akibat kebakaran tersebut akan terus bertambah karena tim SAR belum tuntas melakukan investigasi.

“Kami pesimis masih ada korban yang selamat,” tutur Cundy.

Mengenai penyebab kebakaran, Cundy mengatakan penyelidikan bisa memakan waktu lama, namun investigasi awal menunjukkan bahwa kebakaran tidak dilakukan secara sengaja.

“Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kebakaran dilakukan dengan sengaja,” tambahnya.

Lebih dari 70 orang dinyatakan hilang usai kebakaran tersebut dan polisi cemas mereka tidak bisa mengidentifikasi jenazah karena luka bakar yang terlampau parah.

Cundy menambahkan kondisi gedung masih dalam kondisi “membahayakan” dan spesialis, baik dari kepolisian maupun pemadam kebakaran London, membutuhkan waktu lama untuk memastikan semua jenazah berhasil dievakuasi.


Saat ini pemadam kebakaran menggunakan drone dan anjing pelacak untuk mencari jenazah dan menyebut beberapa lantai teratas apartemen belum bisa diakses, berkenaan dengan keamanan struktur gedung.

Keluarga kerajaan dan pemimpin pemerintahan menjenguk korban di tempat pengungsian dan rumah sakit.

Ratu Elizabeth II dan cucunya, Pangeran William melawat ke tempat pengungsian di dekat lokasi kejadian, sementara James Corbyn dan Theresa May langsung mengunjungi Grenfell Tower.

Namun, jika Corbyn menemui korban secara langsung, May melakukan hal sebaliknya, yang memicu kemarahan warga. Mereka menyebut May ‘tidak punya hati’. Atas kritik tersebut, May memutuskan mengunjungi korban di rumah sakit.

Sementara Wali Kota London Sadiq Khan mendapat luapan kemarahan warga yang merasa keamanan serta keselamatan mereka terabaikan oleh pemerintah.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Apartemen London Dilalap Api