Polisi Sebut Korban Kebakaran London Bisa Capai 100 Orang

Lesthia Kertopati , CNN Indonesia | Jumat, 16/06/2017 18:11 WIB
Polisi Sebut Korban Kebakaran London Bisa Capai 100 Orang Polisi mengkhawatirkan jumlah korban kebakaran apartemen Grenfell Tower bisa mencapai angka ratusan. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut korban kebakaran apartemen Grenfell Tower di Kensington, London, bisa mencapai 100 orang. Hal itu dikarenakan banyak penghuni yang tidak selamat setelah terjebak dalam kebakaran besar selama 36 jam.

Di sisi lain, polisi juga telah mulai melakukan investigasi sejak Jumat (16/6), guna mencari penyebab kebakaran dan kemungkinan kebakaran itu dilakukan dengan sengaja.

Penyelidikan itu bisa jadi berakhir pada penuntutan atas pihak yang bertanggung jawab terhadap cacat pada struktur atau desain gedung, yang menyebabkan kebakaran.

“Polisi telah mulai melakukan investigasi sejak hari ini. Saya sudah meninjau lokasi dan salah satu penyidik senior kami yang akan memimpin penyelidikan,” ujar Komandan Polisi Metropolitan London Stuart Cundy, dikutip AFP.

Dia menambahkan, dalam investigasi tersebut, polisi London akan berkolaborasi dengan agensi penyelidikan lain.


Cundy mengonfirmasi bahwa 17 orang tewas dalam kebakaran tersebut dan enam orang sudah berhasil diidentifikasi. Sementara mengenai perkiraan jumlah total korban tewas, Cundy tidak ingin berspekulasi, namun dia menyebut angka bisa mencapai ratusan.

“Saya berharap jumlah korban tidak mencapai angka mengerikan,” katanya.

Sementara pencarian korban diperkirakan bisa mencapai waktu hingga berbulan-bulan.

Anggota Parlemen Partai Buruh telah meminta dilakukan penyelidikan terkait klaim ketiadaan sistem pemadam api, serta isu soal kelongsong yang menyelubungi gedung.


Hal serupa juga diutarakan Anggota Parlemen Tottenham sembari menambahkan pihak yang bertanggung jawab harus didakwa dengan tuduhan pembunuhan.

“Ini adalah salah satu kawasan terkaya di Inggris dan memperlakukan warganya dengan semena-mena. Kita harus menyebut ini sebagai kasus pembunuhan,” ujarnya.

Adapun saat ini penyelidikan terfokus pada kelongsong yang menyelubungi fasad gedung, sebagai bagian dari proyek renovasi. Pengamat menyebut pemerintah seharusnya melarang material tersebut digunakan dalam proyek renovasi gedung.

Kelongsong atau bumbung yang digunakan itu terbuat dari panel metal dengan inti plastik, yang disinyalir membuat kebakaran menyebar dengan cepat.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Apartemen London Dilalap Api