Sadiq Khan: Teror London Serangan Terhadap Nilai Bersama

Rinaldy Sofwan , CNN Indonesia | Senin, 19/06/2017 20:42 WIB
Sadiq Khan: Teror London Serangan Terhadap Nilai Bersama Wali Kota Sadiq Khan menyebut aksi teror di salah satu masjid di kotanya merupakan serangan terhadap nilai-nilai bersama. (REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Sadiq Khan menyebut insiden penabrakan jemaah yang menewaskan satu orang di dekat sebuah masjid di London merupakan serangan terhadap nilai-nilai bersama.

“Seperti serangan di Manchester, Westminster dan London Bridge, serangan ini adalah serangan terhadap semua nilai-nilai kita bersama dalam hal toleransi, kebebasan dan rasa hormat,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (19/6).

Khan mengatakan akan ada anggota polisi tambahan yang dikerahkan untuk memastikan keamanan masyarakat, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Insiden ini terjadi di ruas jalan Seven Sisters Road di Islington. Menurut pantauan CNN, daerah tersebut merupakan pusat komunitas Muslim terbesar di Islington. Dengan 10 persen populasi Muslim, Islington memiliki setidaknya empat masjid besar.

Dugaan aksi teror pertama kali diungkapkan oleh Perdana Menteri Theresa May. “Polisi mengonfirmasi insiden ini diduga merupakan serangan teroris. Saya akan memimpin rapat darurat pagi ini,” ujarnya.

Melalui pernyataan tersebut, May juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dalam insiden yang menewaskan satu orang dan melukai 10 lainnya tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan jelas dari kepolisian mengenai insiden ini. Kepolisian hanya mengatakan, mereka sudah membekuk satu orang insiden di pusat ibu kota Inggris ini.
Serangan ini pun menambah panjang daftar insiden yang meneror warga London sepanjang tahun 2017. Rangkaian teror ini bermula pada Maret lalu, ketika seorang pria mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah pejalan kaki di Jembatan Westminster.

Pelaku kemudian keluar dari mobil dan menusuk seorang petugas di depan gedung parlemen Inggris. Insiden yang terjadi dalam waktu 82 detik ini merenggut empat nyawa dan melukai puluhan orang.

Setelah itu, teror masih mengguncang London. Pada 3 Juni, tiga pria menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan di London Bridge dan menewaskan 22 orang.

Tak hanya London, Manchester juga menjadi target aksi teror ketika serangan bom bunuh diri mengguncang arena konser Ariana Grande hingga menewaskan 22 orang pada 22 Mei lalu.