“Seperti serangan di Manchester, Westminster dan London Bridge, serangan ini adalah serangan terhadap semua nilai-nilai kita bersama dalam hal toleransi, kebebasan dan rasa hormat,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (19/6).
Khan mengatakan akan ada anggota polisi tambahan yang dikerahkan untuk memastikan keamanan masyarakat, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pernyataan tersebut, May juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dalam insiden yang menewaskan satu orang dan melukai 10 lainnya tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan jelas dari kepolisian mengenai insiden ini. Kepolisian hanya mengatakan, mereka sudah membekuk satu orang insiden di pusat ibu kota Inggris ini.
Pelaku kemudian keluar dari mobil dan menusuk seorang petugas di depan gedung parlemen Inggris. Insiden yang terjadi dalam waktu 82 detik ini merenggut empat nyawa dan melukai puluhan orang.
Setelah itu, teror masih mengguncang London. Pada 3 Juni, tiga pria menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan di London Bridge dan menewaskan 22 orang.
Tak hanya London, Manchester juga menjadi target aksi teror ketika serangan bom bunuh diri mengguncang arena konser Ariana Grande hingga menewaskan 22 orang pada 22 Mei lalu.