"Mereka menyerah, meninggalkan 31 sandera, termasuk 12 anak muda," ujar juru bicara angkatan bersenjata Filipina, Restituto Padilla, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (22/6).
Padilla juga mengatakan, sekitar 20 warga sipil yang sebelumnya terperangkap di tengah baku tembak antara militer Filipina dan BIFF juga kini sudah dievakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, militer Filipina masih memburu para militan yang diduga membawa sejumlah warga sipil dari desa tersebut.
Ketika ditanya Reuters mengenai kepastian BIFF memulangkan para warga sipil tersebut, ia menjawab, "Ya. Kami bukan penculik."
Lebih jauh, Padilla memastikan bahwa insiden ini tak ada kaitannya dengan yang terjadi di Marawi, di mana militer Filipina menggempur kelompok militan Maute selama tiga pekan belakangan.
"Serangan ini dilancarkan oleh satu kelompok yang sudah sering melakukan kekerasan," tutur Padilla, seperti dilansir Reuters.