Pesan tersebut ditemukan pada Jumat (23/6), ketika militer membersihkan satu ruang kelas di sebuah sekolah yang diduduki oleh BIFF saat mereka menyerang desa di Pigcawayan, Cotabato.
Di papan tulis kelas tersebut, seorang militan menulis, "Ini merupakan tembakan untuk membunuh Duterte. Kepada siapa pun Duterte meminta bantuan untuk memberangus kami, bersiaplah, Davao selanjutnya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok ini memang sangat brilian dalam memanipulasi media. Namun, mereka tidak punya dukungan dari lapangan," katanya, sebagaimana dikutip Inquirer, Sabtu (24/6).
Selama ini, pemerintah Filipina memang selalu mengatakan, BIFF merupakan kelompok pemberontak yang tidak lagi memiliki kekuatan.
Gapay mengatakan, BIFF, terutama dari faksi Bungos, sudah menyatakan kesetiaan kepada ISIS, begitu pula dengan Maute.
"Secara taktis, sangat mungkin dan kami juga sudah melihat beberapa operasi di mana militan BIFF mengirim bantuan, bukan hanya Maute, tapi juga teroris lain di Filipina," katanya kepada Philstar.